Showing posts with label Wisata Budaya. Show all posts
Showing posts with label Wisata Budaya. Show all posts

Friday, 6 November 2015



Semangat selalu sahabat blogger yang selalu setia banget stay di postingan pewarta wonogiri, postingan kali ini penulis bakalan sedikit mengexplore hobby yang sudah menjadi rutinitas setiap minggu untuk selalu mencari hal-hal yang baru, apalagi kalau bukan seni memotret.
Pengertian Pothografi
Pothografi adalah seni melukis namun dengan menggunakan media bantu kamera dan dengan menggunakan media cahaya. Salah satu yang menarik dari seni memotret yaitu objeknya, bagaimana harus mencari celah yang bagus untuk memperoleh hasil yang memuaskan dan bagus. Sebenarnya memotret memiliki tingkat kesulitan tersendiri, bagaimana kita harus membuat model atau objek itu terlihat indah, anggun dan menarik di situlah tingkat kesulitan yang paling berarti menurut saya. Namun kesulitan tersebut dapat diatasi apabila kita bisa tekun, teliti dan sabar. Semua butuh proses untuk hasil yang maksimal.
Benteng Vastenburg
Benteng Vastenburg merupakan salah satu peninggalan sejarah yang terdapat di kota metropolitan Surakarta. Benteng vastenburg merupakan benteng peninggalan sejarah belanda yang sampai saat ini masih berdiri kokoh di kota surakarta kawasan gladak tepatnya Jl. Mayor Sumarno, Beteng, Surakarta Jawa Tengah. Dahulu benteng vastenburg berdiri kokoh dengan ciri khas yang dengan keunikan tersendiri, termasuk dengan bangunan yang kuno, namun seiring dengan perkembangan zaman dan setelah mengalami beberapa renovasi yang panjang dan berkali-kali benteng vastenburg kini berdiri dengan bangunan masa kini. Sebenarnya saya sedikit kecewa dengan perbedaan yang sangat signifikan kali ini, namun bangunan yang saat ini berdiri cenderung lebih bersih dan dan terawat. Bangunan yang saat ini terenovasi masih banyak menarik banyak wisatawan untuk berkunjung dan mengabadikan tempat yang saat ini berdiri kokoh.
Hunting Foto di Benteng Vastenburg
Hunting kali ini saya memilih tempat yang kota surakarta yaitu benteng vastenburg. Waktu itu saya membawa teman saya untuk saya jadikan model atau objek utama saya. Saya berangkat sekitar pukul 13.15 WIB dari mangkuyudan, tiba di benteng sekitar pukul 13.30 WIB. Sesampainya di sana saya sedikit kecewa dengan bangunan yang sudah direnovasi dengan warna putih mencolok. Waktu itu saya dengan memberikan pakaian putih kebaya dan rok coklat batik dengan tujuan agar objek bisa lebih hidup ketika di foto. Namun ternyata antara warna baju yang ada dan benteng yang saat ini berwarna putih tidak memiliki kesan yang menarik sebenarnya. Namun karena saya sudah terlanjur di sana dan sudah terlanjur membawa perlengkapan semua, akhirnya saya mengambil gambar seadanya saja. Sebenarnya saya ingin memberikan kesan yang modern untuk bangunan yang sudah tua nan kuno tapi masih berdiri kokoh, tapi ternyata bangunannya ternyata sudah mengikuti perkembangan zaman juga hhehe. Tak apalah yang penting bangunan masih berdiri kokoh dan saat ini sudah terawat dengan baik.
Ketika saya megambil gambar beberapa kali ternyata di situ juga ada kawan lama yang sama-sama lagi hunting foto. Dari Bogor yang sedang wisata dan berunjung ke solo. Di situ kami banyak bertukar ilmu dan tentunya makin nambah relasi dong ehhehe.
Sekian dulu sahabat blogger, lain kali bisa dong bertukar informasi dan pengetahuan hehe, yuk datang dan kunjungi wisata di kota surakarta :))













Thursday, 23 April 2015


Lokasi: Mudal, Desa Gebangharjo, Kec. Pracimantoro
Waktu Tempuh: ± 1 jam dari pusat kota Wonogiri.
Potensi: 
Gedung Penelitian Karst

Tuesday, 14 April 2015


The Legend of Donoloyo
Terletak di desa Watusono, Kecamatan Slogohimo, 40 kilometer dari kota Wonogiri, Jawa Tengah. Di balik pepohonannya yang hijau nan damai ternyata tersimpan sejarah legenda dari hutan ini. Di dalam hutan donoloyo tersebut terdapat pohon peninggalan jaman majapahit, 700 tahun yang lalu.
Donoloyo merupakan nama pendiri desa di kawasan tersebut, yakni Ki Ageng Donoloyo, anggota laskar Kerajaan Majapahit saat dipimpin oleh Raja Airlangga. Beliau mengabdi untuk kerjaan majapahit, sehingga memutuskan untuk menetap di tempat itu dan menanam pohon jati di tempat tersebut dengan tujuan agar jati tersebut bisa dimanfaatkan untuk kerajaan majapahit.
Konon, banyak peristiwa aneh terjadi menyangkut Alas Donoloyo. Seperti cerita awal mula digunakannya jati Donoloyo untuk pembangunan Masjid Demak, yakni akibat ada bayangan ujung pohon jati Donoloyo yang kelihatan di Demak, meskipun jaraknya sangat jauh hingga puluhan kilometer. Menurut warga sekitar Ki Ageng Donoloyo masih disitu, selalu menjaga kawasan tersebut. Karena dari dulu hingga kini, belum diketahui dimana letak makam sang legendaris majapahit ini.
Kondisi hutan donoloyo sendiri masih terjaga keasriannya, karena dijaga oleh keturunan ki Ageng Donoloyo khususnya di area punden. Masyarakat biasa menyebutnya sang juru kunci Donoloyo. menjelang Hari Jumat Pon dan Jumat Kliwon, karena pada hari itu banyak masyarakat datang memberikan sesajen. Alas Donoloyo dipercaya bisa membantu mengabulkan setiap permintaan seseorang, jika memang mereka melakukan ritual di tempat ini.
Mari sebagai warga yang baik, harus sadar terhadap lingkungan. Tidak hanya sang juru kunci yang menjaganya namun kita sebagai masyarakat yang peduli akan lingkungan wajib mempertahankan dan melestarikan cagar buadaya kita. Save Hutan Donoloyo :)

Sunday, 12 April 2015





  • Lokasi dusun Ngampohan, Giriwoyo, Wonogiri
  • Fasilitas wisata rohani khusunya umat katholik 
Wonogiri menawarkan wisata yang sangat lengkap. Diantarnya terdapat wisata rohani, wisata alam, wisata budaya dan masih banyak lagi wisata yang ditawarkan kota kecil nan sukses ini.
Salah satu wisata yang ditawarkan yaitu wisata Rohani umat Katholik. Kenalkah kalian dengan Sendang Kenya??? Nama yang tidak asing ditelinga masyarakat wonogiri. Tempat ini dapat membantu umat berdoa dan membangun relasi secara pribadi dengan Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.
Sebelumnya disebut dengan nama sendang Growong . Diberi nama demikian karena sendang yang tidak terlalu besar ini memiliki rongga dalam yang cukup besar.
Sendang Growong terkenal cukup angker oleh masyarakat sekitar, masyarakat banyak menyakini bahwa tempat tersebut banyak dihuni makhluk halus. Konon pusatnya ada di sebatang pohon Unut, sebuah pohon yang mirip pohon beringin. Oleh karena itu, daerah itu dikenal dengan sebutan dayangan Growong.
Untuk masyarakat yang yang ingin berwisata ke tempat yang satu ini, di harapkan bersikap yang sopan.


Thursday, 26 March 2015

Lokasi                         : Dlepih, Kec. Tirtomoyo
Waktu Tempuh           : ± 1 jam 30 menit dari pusat kota Wonogiri.
 Potensi                       : 
- Tempat ritual
- Panorama alam yang indah
- Event tahunan sedekah bumi